Kok quw baru denger ya klo Presiden SBY tu mempunyai situs
, he,, (maklumlah katrok) padahal da setahun lebih situs ni di loncingkan, tepatnya tanggal 14 februari 2006 . Tapi kok ada 2 situs ya. www.presidenri.go.id dan www.presidensby.info, klo diperhatikan kedua situs itu sama persis, tapi yang mana aslinya and yang mana yang terbit dahulu ya!! .. kok jadi bingung…![]()
klo gak salah (berarti bener) belum satu bulan ini, denger2 da yang berhasil ngebobol masuk di situs presiden tsb (aku seh gak sempet melihat dengan mata kepala sendiri.. ) tapi setelah baca2 blog n ngelihat isinya ya memang ada kejadian tersebut(isinya bisa dilihat kok disini–> tp download dulu ya?). cuman yang dihack tu katanya yang presidensby.info, n menurut coment2 yg da di blog tu tnyata gak di hack tapi hanya di redirect (opo maneh kui
). n setelah jalan2 lagi, di blogna vavai tuh da komen klo situs resmina presiden adalah presidenri.go.id, brarti yang presidensby.info tuh buatan sapa ya (??) kok tampilannya sama persis.., trus di blogna mas rendy tuh juga da komen yg isina begini “Tampaknya kebiasan tidak check and recheck lagi melanda dunia. He he e itu bukan situsnya yg ke-hack. Situs presiden SBY adalah www.presidenri.go.id.”
kedua komen yang da dimasing2 blog tu kayakna berasal dari nama yang sama klo gak salah inisialna IMW, sapa lagi IMW tu, pa adminnya situs presiden ato sapa ya??
n denger2 lagi klo biaya pembuatan situs mencapai 84 juta. masak situs mahal-mahal (bagi kantong pengangguran kayak aku) kok securitinya bisa jebol, ini securitinya tidak kuat pa para hackernya yang terlalu kuat ya??![]()
July 20th, 2008
by bahrul
Inilah contoh ketdk tegasan pemimpin negara. Mereka bukannya memikirkan rakyatnya, tp mereka malah membohongi rakyatnya yg setia memilih mereka karena ketakutan pemimpin negara thdp asing yg telah banyak mencuri SDA & Minyak bumi kita dgn pajak yg sangat minim sekali. Sementara rakyatnya dibebani utk memperkecil APBN, sementara mafia2 minyak bumi & SDA menikmatnya dan berleha2 di atas penderitaan rakyat Indonesia. Negara & rakyat kita telah diperbudak oleh asing. Pemerintahan Sby-Jk hanya penuh dgn janji2 belaka tanpa memperdulikan kesehjateraan rakyatnya. Akankah negara kita mau diperbudak terus oleh asing? Gunakanlah otak cerdas dan naluri anda sbg pemimpin. Sekarang tdk perlu banyak bicara di media2 utk menarik simpati rakyat, krn rakyatpun sdh melihat ketdk becusan anda sbg pemimpin. Negara kita sdh terlalu lama menangis. Bg Sekjen demokrat yg baru, hati2 kalo bicara, gaji anda besar, tp rakyat indonesia menjerit, enak sekali anda bicara santai saja menghadapi kenaikan APBN. Tidak punya hati nurani. Jgn mau dibodohi terus bangsa indonesia!!!
July 20th, 2008
by bahrul
Segala argumentasi untuk mendukung kenaikan harga BBM pada bulan Oktober 2005 akhirnya terbukti ngawur. Angka kemiskinan justru meningkat dari 31, 1 juta jiwa (2005) menjadi 39, 3 juta jiwa (2006). Demikian pula inflasi mengalami kenaikan tajam sebesar 17, 75% (2006). Di sisi industri, kenaikan harga BBM untuk kedua kalinya tahun 2005 tersebut telah mendorong percepatan deindustrialisasi, Bila pada tahun 2004 sektor manufaktur masih tumbuh 7, 2% maka pada tahun 2007 hanya tumbuh sebesar 5, 1%. Ini terjadi karena industri ditekan dari dua sisi yakni peningkatan biaya produksi dan merosotnya demand akibat menurunnya daya beli masyarakat. Penambahan jumlah penganggur dari 9, 9% (2004) menjadi 10, 3% (2005) dan 10, 4% (2006) pun akhirnya tidak terelakkan.
Dampak kenaikan harga BBM juga sangat panjang. Perhitungan dampak kenaikan harga BBM yang ngawur telah mengakibatkan pemerintah SBY lalai untuk membuat kebijakan antisipasinya. Akhirnya, beban rakyat terus meningkat akibat kenaikan harga-harga kebutuhan pokok. Jumlah rakyat miskin terus bertambah dan bahkan di sejumlah daerah, rakyat menderita kekurangan gizi atau busung lapar hingga banyaknya kasus bunuh diri yang dilakukan oleh masyarakat kelompok bawah akibat himpitan ekonomi.
July 20th, 2008
by bahrul
Tolak Kebijakan Zalim Pemerintah SBY-JK Menaikan Harga BBMSaat ini, kita semua melihat betapa sulitnya kehidupan masyarakat di tengah melonjaknya harga-harga kebutuhan pokok, biaya pendidikan dan kesehatan. Sementara Lapangan kerja semakin sempit sedangkan kesempatan berusaha semakin sulit. Realitas ini menggambarkan, sebelum harga BBM naik daya beli masyarakat sudah menurun drastis. Bahkan di media hampir setiap hari kita menyaksikan kasus bapak atau ibu bunuh diri dengan membunuh anak-anaknya pula akibat beratnya himpitan ekonomi.
Kita harus belajar dari kebijakan pemerintah menaikan harga BBM pada tahun 2005 yang menyebabkan penduduk “di bawah garis kemiskinan” versi BPS bertambah 4-5 juta jiwa dan rakyat yang menderita busung lapar lebih dari 75 ribu jiwa. Jadi Kebijakan pemerintah menaikan harga BBM merupakan tindakan sangat zalim dan melampaui batas kemampuan ekonomi masyarakat.
Kebijakan Irasional
Sesungguhnya kebijakan menaikan harga BBM dengan alasan tingginya harga minyak dunia sangat tidak rasional, sebab seharusnya penerimaan negara dari sektor migas bertambah dengan adanya winfall profit. Data Dirjen Migas ESDM menunjukkan pada tahun 2007 produksi minyak mentah Indonesia mencapai 347,49 juta barel sedangkan konsumsi 321,30 juta barel. Begitu pula data tiga bulan pertama tahun 2008 produksi minyak mentah Indonesia lebih besar yakni 84,82 juta barel dan konsumsi 76,71 juta barel.
Selain tidak masuk akal, menyerahkan harga BBM untuk rakyat kepada mekanisme pasar internasional yang dikuasai para spekulan bursa komoditi merupakan tindakan bunuh diri negeri ini. Para analisis meramalkan dalam enam bulan yang akan datang harga minyak mentah dapat mencapai 200 dolar per barel sedangkan dalam satu tahun ke depan harganya diperkirakan di atas 300 dolar AS per barel. Kini harga minyak mentah dunia mencapai 128 dolar AS per barel padahal pada akhir tahun lalu hanya 60 – 70 dolar AS.