Sumpah Pemuda

.........................................................

bendera siapups… hampir lupa kalau hari ini merupakan salah satu hari bersejarah bagi bangsa kita. Kalau saja hari ini khuclukz gak liat Televisi mungkin bakalan terlewatakan posting di hari bersejarah ini. Masih teringat waktu jaman SD dulu, setiap memperingati hari bersejarah mesti diadakan Upacara Bendera, Lha Secara Langganan khuclukz mesti berperan untuk membawa Draft Pancasila yang nanti akan dibaca oleh pembina upacara dan di ikuti oleh peserta upacara, gak tau kenapa sebenarnya pembina upacara kan hafal Pancasila, gak mungkinlah seorang guru (pembina upacara) gak hafal Pancasila, tapi kenapa kok mesti harus bawa draft segala. Apakah ini menyangkut atau menghormati sejarah dari Upacara sendiri yakz.

28 Oktober adalah peringatan Hari Sumpah Pemuda, yang mana Sumpah Pemuda sendiri merupakan Sumpah Setia hasil rumusan kerapatan pemoeda-pemoedi Indonesia atau dikenal dengan Kongres Pemuda II, yang dibacakan pada 28 Oktober 1928. Yang mana tanggal ini ditetapkan sebagai “Hari Sumpah Pemuda

Sejarah Sumpah Pemuda

Gagasan penyelenggaraan Kongres Pemuda Kedua berasal dari Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI), sebuah organisasi pemuda yang beranggota pelajar dari seluruh indonesia. Atas inisiatif PPPI, kongres dilaksanakan di tiga gedung yang berbeda dan dibagi dalam tiga kali rapat. Rapat pertama, Sabtu, 27 Oktober 1928, di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB), Lapangan Banteng. Dalam sambutannya, Soegondo berharap kongres ini dapat memperkuat semangat persatuan dalam sanubari para pemuda. Acara dilanjutkan dengan uraian Moehammad Jamin tentang arti dan hubungan persatuan dengan pemuda. Menurutnya, ada lima faktor yang bisa memperkuat persatuan Indonesia yaitu sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan, dan kemauan

Rapat kedua, Minggu, 28 Oktober 1928, di Gedung Oost-Java Bioscoop, membahas masalah pendidikan. Kedua pembicara, Poernomowoelan dan Sarmidi Mangoensarkoro, sependapat bahwa anak harus mendapat pendidikan kebangsaan, harus pula ada keseimbangan antara pendidikan di sekolah dan di rumah. Anak juga harus dididik secara demokratis.

Pada sesi berikutnya, Soenario menjelaskan pentingnya nasionalisme dan demokrasi selain gerakan kepanduan. Sedangkan Ramelan mengemukakan, gerakan kepanduan tidak bisa dipisahkan dari pergerakan nasional. Gerakan kepanduan sejak dini mendidik anak-anak disiplin dan mandiri, hal-hal yang dibutuhkan dalam perjuangan.

Sebelum kongres ditutup diperdengarkan lagu ?em>Indonesia?karya Wage Rudolf Supratman. Lagu tersebut disambut dengan sangat meriah oleh peserta kongres. Kongres ditutup dengan mengumumkan rumusan hasil kongres. Oleh para pemuda yang hadir, rumusan itu diucapkan sebagai Sumpah Setia, berbunyi :

PERTAMA.
KAMI POETERA DAN POETERI INDONESIA, MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE, TANAH INDONESIA.

KEDOEA
KAMI POETERA DAN POETERI INDONESIA, MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE, BANGSA INDONESIA.

KETIGA.
KAMI POETERA DAN POETERI INDONESIA, MENDJOENDJOENG BAHASA PERSATOEAN, BAHASA INDONESIA.

Sudah pantaskah kita sebagai generasi muda untuk mengemban dan melaksanakan sumpa setia ini.

sumber : MSP , wikepedia

~ End Article and Begin Conversation ~

~ Now It's Your Turn ~

Feel free to use <strong>, <em>, and <a href="">

[]

Search this Site


[]